• 1.jpg
  • 2.jpg
  • 3.jpg
  • 4.jpg
  • 5.jpg
  • 6.JPG
  • 7.jpg
 
 
 
 
You are here:: Liputan MSCI Info Pilkada
 
 

Info Pilkada

Pilkada Jakarta : Jika Pilkada Hari ini, Hidayat-Didik Pemenangnya

Surel Cetak PDF

JAKARTA - Pasangan Hidayat Nur Wahid -Didik J. Rachbini memiliki peluang terbesar untuk memenangkan Pemilukada DKI Jakarta jika dilaksanakan hari ini.

Hasil survei terakhir yang dirilis Laboratorium FISIP Universitas Nasional bersama Madani Institute menunjukkan pasangan yang diusung PKS ini memiliki tingkat keterpilihan (elektabilitas) tertinggi.

"Selain terpilih sebagai yang paling populer, Hidayat-Didik juga berhasil mendapat persentase dukungan terbesar dari sisi elektabilitas," kata Firdaus Syam, ketua Tim Peneliti UNAS-Madani Institute dalam paparan hasil survei di Blok III Kampus UNAS, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (2/5/2012).

Hasil survei UNAS-Madani Institute ini cukup berbeda dengan dua hasil survei sebelumnya yang menempatkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli di posisi teratas.

Dalam survei kali ini, Foke-Nara tidak saja berhasil dilampaui Hidayat-Didik, tapi juga oleh pasangan yang diusung PDIP-Gerindra Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.

Pasangan Hidayat-Didik berhasil mengumpulkan 35,9 persen dukungan dari 1006 responden yang menjawabi angket yang diberikan tim survei. Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama menduduki peringkat kedua dengan 26,3 persen, unggul tipis atas pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang meraup 26 persen dukungan responden.

Yang mengherankan, pasangan yang diusung Partai Golkar Alex Noerdin-Nono Sampono justru terpuruk diurutan ke-5 dari enam pasangan bakal calon Gubernur DKI Jakarta. Alex-Nono tertinggal jauh dari pasangan lain dari jalur parpol dengan hanya meraih 3,8 persen dukungan.

Alex-Nono bahkan berada di bawah pasangan Faisal Basri-Biem Benjamin yang mendapatkan 5,1 persen dukungan. Sedangkan yang duduk di peringkat terbawah, masih sama seperti hasil survei LSI, yakni pasangan dari jalur perseorangan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria.

Survei ini dilakukan atas responden yang bermukim di keenam wilayah provinsi DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, dalam periode 21-28 April 2012. Semua responden adalah warga yang telah memiliki hak pilih.

Dukungan terbesar diperoleh Hidayat-Didik dari warga yang bermukim di wilayah Jakarta Barat. Selain itu, dua anggota DPR RI ini juga unggul di wilayah Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu dalam survei yang menggunakan teknik stratified random sampling ini.

Foke-Nara memperoleh dukungan yang relatif merata di tiga wilayah, yaitu Jakarta Pusat, Jaktim, dan Jaksel. Sedangkan suara dukungan bagi Jokowi datang dari wilayah Jakut.

Dari paparan awal tim survei terungkap bahwa tingkat popularitas Hidayat-Didik telah unggul tipis atas pasangan Foke-Nara. Pasangan dukungan PKS ini berada di urutan pertama dengan meraup 32,20 persen suara responden, sedangkan pasangan Foke-Nara berada di posisi kedua dengan 30,90 persen.

Urutan ketiga ditempati pasangan Jokowi-Ahok dengan 28,20 persen. Sementara itu, tiga pasangan lain tertinggal cukup jauh dengan urutan, Alex-Nono 4,40 persen, Faisal-Biem 3,70 persen, dan Hendardji-Riza 0,60 persen.

Sumber : Kompas.com

Perolehan Suara Sementara Pemilu Kota Kupang

Surel Cetak PDF

KUPANG -- Data yang dikumpulkan ANTARA, berdasarkan hitungan cepat LSI di Gedung DPD I Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), tercatat, paket Jonas Salean-Hermanus Man (paket Salam) menempati posisi pertama dengan jumlah perolehan suara 26.689 suara (25,77 persen) dari total suara sah yang sudah masuk berjumlah 103.566 yang berasal dari 377 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari total TPS dalam pilkada tersebut, 610 TPS.

Menyusul, paket Jefri Riwu Kore-Kristo Blasin (Jeriko) yang diusung koalisi PDI Perjuangan, Demokrat dan sejumlah partai lainnya, dengan perolehan suara sementara 24.836 suara atau 24,14 persen.

Berada pada posisi tiga paket calon incumbent pasangan Daniel Adoe-Daniel Hurek (Dua Dan) dengan perolehan suara 23.827 atau 23.01 persen.

Sementara tiga paket lainnya, masing-masing Abraham Paul Lyanto-Yoseph Aman Mamulak (Ayo), 19.609 (18.93) persen, paket Victoria Lerik-Muhammad Wongso (The Next) 5.003 suara (4,86 persen) dan paket calon Mersiana Pellokila-Corinus Tuan (Sejahtera Kota) memperoleh suara 3.371 suara (3,28 persen).

Kemenangan sementara paket tersebut, juga terlihat dari hasil hitungan cepat yang dilakukan oleh Lembaga Survei Barometer Indonesia yang menempatkan duet birokrat tersebut, pada posisi teratas dengan prosentase perolehan suara 32,2 persen, menyusul, paket 'Jeriko' 18,3 persen, paket 'Ayo' 16,1 persen, paket 'Dua Dan' 11,1 persen.

Sementara paket 'The Next' mendapatkan prosentase perolehan suara 8,2 persen dan  paket 'Sejahtera Kota' 5,1 persen.

Hingga berita ini disiarkan, hitungan cepat versi LSI masih terus dilakukan.

Sementara pleno penghitungan resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang, akan dilakukan pada Senin (7/5/2012).

POS-KUPANG.COM

Pilkada Sumut sesuai jadwal

Surel Cetak PDF

MEDAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara memastikan pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Sumut 2013 berjalan lancar. Pemprov Sumut akan segera mencairkan anggaran untuk tahap awal sebesar Rp60 miliar sesuai jadwal, pada Juni mendatang.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sekda atau Sekdaprov Sumut), Nurdin Lubis. Nurdin menuturkan, pihaknya akan mencairkan anggaran yang dibutuhkan KPUD Sumut untuk melaksanakan tahapan awal Pemilukada Sumut pada Juni 2012. "Mereka (KPUD, red) kan keperluannya bukan sekarang. Kita akan cairkan paling lambat Juni," kata Sekda di sela-sela acara jamuan makan siang Pemprov Sumut dengan 21 duta besar negara sahabat di Rumah Dinas Gubernur (Gubernuran), tadi malam.

Sekda menuturkan, sejatinya, pihaknya sudah menampung anggaran untuk pelaksanaan Pemilukada Sumut 2013 mendatang dalam APBD Sumut sebesar Rp60 miliar. Dan Pemprov akan mencairkan anggaran tersebut paling lambat pada bulan Juni sesuai kebutuhan KPUD. "Kalau kita cairkan sekarang kan, tidak ada gunanya. Jadi sesuai dengan tahapan," ungkap Sekda.

Sekda menjelaskan, meski tahapan Pemilukada secara formal ditentukan oleh KPU, namun Pemprov Sumut juga dilibatkan dalam hal ini untuk menyusun anggaran. Pihaknya juga menyadari bahwa kebutuhan KPUD untk melaksanakan tahapan Pemilukada sudah harus dimulai pada Juni 2012.

Meski jumlah anggaran yang ditampung dalam APBD 2012 baru Rp60 miliar, sangat jauh dari kebutuhan anggaran yang diajukan KPUD Sumut, namun menurut Sekda, kekurangan anggaran tersebut masih bisa ditampung dalam APBD Perubahan 2012. Sekda juga mengakui bahwa Pemprov Sumut belum menyetujui anggaran yang diajukan KPUD Sumut senilai Rp496 miliar. Namun, jelas Sekda, hal itu akan mereka bahas kembali dalam waktu dekat. "Nanti kita diskusi lagi. Rp60 miliar ini baru biaya persiapan awal, termasuk sosialisasi, penyiapan regulasinya, perpanjangan dokumen, dan lain-lain. Tapi di P-APBD nanti kita tampung lagi, dan puncaknya nanti di APBD 2013," jelas Sekda.

Sebelumnya, anggota DPRD Sumut mengkhawatirkan pelaksanaan Pemilukada Sumut 2013 terancam batal. Pasalnya, anggaran yang diajukan oleh KPU sebesar Rp 496 miliar baru p60 miliar yang disetujui dalam APBD 2012. Sisa anggaran yang akan ditampung dalam APBD Perubahan 2012 maupun dalam RAPBD 2013 dikhawatirkan tidak terealisasi mengingat Pilgub Sumut 2013 akan dilangsungkan di awal Maret.

Anggota Komisi A DPRD Sumut, Syahrial Harahap mengatakan, jika sisa anggaran dari usulan Rp121 miliar di tahun 2012 diakomodir di APBD-P 2012, waktunya sangat sempit mengingat pembahasan APBD-P yang agak lama sehingga pencairan anggaran juga akan terlambat. Tak hanya itu, KPU yang membutuhkan dana sekitar Rp 375 miliar di 2013, harus segera dicairkan di awal tahun agar tahapan-tahapan Pilkada bisa dilaksanakan. Hal itu, kata Syahrial, sangat mungkin tidak terealisasi mengingat pencairan anggaran dilakukan sekitar Februari atau Maret.

Sementara itu, Ketua KPU Sumut, Irham Buana mengatakan, KPU Sumut membutuhkan biaya Rp 496 miliar untuk penyelenggaraan Pemilukada Sumut 2013 mendatang. Pada akhir Oktober 2011, KPU sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp121 miliar dalam RAPBD 2012. Anggaran yang diperuntukkan tahun 2012 tersebut diantaranya untuk administrasi. Sementara pada 2013, dibutuhkan sekitar Rp375 miliar lagi untuk keperluan lainnya, diantaranya pengadaan logistik yang sudah harus diadakan pada Januari 2013.

Menurut Irham, anggaran Pemilukada itu dibutuhkan sesuai tahapannya. Namun, untuk melaksanakan tahap awal Pemilukada Sumut 2013, paling lambat anggaran harus dicairkan pada Juni 2012. Jika tidak, maka tahapan pelaksanaan Pemilukada Sumut akan mengalami kendala.

Sumber : waspada.co.id

Pilkada Aceh-Besok, Irwandi Layangkan Gugatan ke MK

Surel Cetak PDF

BANDA ACEH – Pasangan Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan dipastikan akan mengajukan gugatan hasil Pilkada Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Saat ini tim pemenangan pasangan dari jalur independen tersebut sedang mengumpulkan seluruh berkas yang diperlukan untuk proses hukum. “Sekarang tinggal menyiapkan analisis hukum, pengisian form gugatan, sementara pemberkasan lainnya dinyatakan rampung. Paling tidak Jumat (besok) kita pastikan berkas sudah dibawa ke Jakarta,”kata tim Humas Pemenangan Pasangan Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan, Thamrin Ananda, di Banda Aceh kemarin.

Thamrin yang juga Sekretaris Partai Rakyat Aceh (PRA) ini,mengungkapkan bahwa pihaknya akan menyiapkan sepuluh orang pengacara baik dari Aceh dan Jakarta.Dia berkeyakinan waktu tiga hari untuk menggugat hasil pilkada dapat terpenuhi. “Hari ini (kemarin) 90% persiapan berkas sudah kita siapkan,”jelasnya.

Adapun berkas yang akan diajukan ke MK di antaranya surat kuasa kandidat pada para pengacara dan dokumen buktibukti intimidasi dalam proses pilkada. Selain itu, pihak Irwandi juga menyiapkan sejumlah saksi-saksi. Seperti diketahui, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai gubernur dan wakil gubernur NAD terpilih periode 2012–2017.

Pasangan yang diusung Partai Aceh itu meraih 1.327.695 suara atau 55,78% dari total 2.380.386 suara sah. Urutan kedua pasangan Irwandi Yusuf dan Muhyan Yunan dengan perolehan suara 694.515 atau 29,18%. Kemudian, pasangan Muhammad Nazar dan Nova Iriansyah memperoleh 182.079 suara atau 7,65%, disusul pasangan Darni M Daud dan Ahmad Fauzi meraih 96.767 suara atau 4,07%.

Terakhir pasangan Tengku Ahmad Tajuddin dan Teuku Suriansyah meraih 79.330 suara atau 3,33%. Sementara itu, KIP Aceh menyatakan siap menghadapi jika ada gugatan hasil pilkada yang diajukan ke MK. “Kami siap menghadapinya jika ada pasangan calon yang merasa berkeberatan dengan hasil pilkada gubernur dan wakil gubernur Aceh,” kata Wakil Ketua KIP Aceh Ilham Saputra.

Menurut Ilham, pasangan calon lainnya yang merasa keberatan atas penetapan hasil pilkada tersebut bisa mengajukan gugatan ke MK.“Kami senang jika ada pihak yang berkeberatan mengajukannya secara resmi ke MK, tidak dengan cara mendatangkan massa berunjuk rasa ke KIP Aceh,”ujarnya. Selain siap menghadapi gugatan tersebut, kata dia, KIP Aceh juga menyiapkan pengacara yang akan menangani gugatan selama persidangan di MK.

“Anggaran untuk pengacara tersebut juga telah dialokasikan. Dan ini juga sudah dipikirkan sejak awal, sehingga KIP tidak kewalahan jika ada pihak yang menggugat hasil pilkada,”terangnya. Meskipun sudah menyiapkan diri, sejauh ini pihaknya belum menerima informasi ada pihak yang mengajukan gugatan hasil pilkada ke MK. Ilham mengingatkan, waktu pendaftaran gugatan selama tiga hari setelah penetapan gubernur dan wakil gubernur terpilih. Jika penetapannya Selasa (17/4), paling telat gugatan tersebut didaftarkan ke MK Jumat. ??maimun saleh/ant

Sumber : Seputar-indonesia.com

Pilkada Aceh Berjalan Aman

Surel Cetak PDF

JAKARTA – Mabes Polri memastikan pilkada Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang dilakukan serentak di 17 kabupaten/kota kemarin berlangsung aman, tidak ada gangguan yang berarti. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution menjelaskan, hingga pencoblosan selesai,tidak ada gangguan keamanan yang menonjol.“Berjalan dengan baik,” katanya di Mabes Polri kemarin.

Saud menuturkan, pihak kepolisian memang menemukan beberapa lembar surat suara tidak sah,namun semua sudah diamankan. “Di Aceh Tengah ditemukan ratusan surat suara rusak, tapi telah dimusnahkan dan diganti dengan yang bagus dan benar sehingga dapat dilaksanakan pemungutan suara benar,” jelasnya.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto juga mengungkapkan, pelaksanaan pilkada Aceh berjalan dengan lancar.“Tadi saya sudah berkomunikasi dengan Kapolri, pemungutan suara berjalan dengan lancar,” tuturnya seusai menghadiri peringatan HUT ke-66 TNI AU di Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Djoko berharap pelaksanaan pemungutan suara berjalan dengan baik dan tanpa ada insiden apa pun.

“Saya kira itu harapan bangsa Indonesia, juga harapan masyarakat Aceh,”ungkapnya. Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengakui pihaknya dibantu TNI mengamankan seluruh wilayah Aceh. “Insya Allah,dengan kerja sama yang baik, pilkada berjalan aman,” imbuhnya. Di bagian lain, tim gabungan Polri dan TNI menangkap warga yang diduga pelaku penganiayaan terhadap salah seorang warga yang menyatakan tim sukses pasangan calon gubernur Aceh Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan.

“Kejadiannya di Lhokseumawe, tiga pelaku sudah ditangkap,”kata Kapolda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan. Menurut Iskandar, polisi terus meningkatkan pengamanan. Di daerah-daerah rawan gangguan keamanan seperti Bireun,Pidie,Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Jaya,Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, dan Aceh Barat Daya, polisi membentuk tim patroli gabungan.“Patroli dilakukan hingga perhitungan suara dan pengembalian kotak suara ke tingkat kecamatan,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Gustav Leo mengatakan, tidak ada insiden yang menonjol sepanjang pemungutan suara di 17 kabupaten dan kota di provinsi ini. “Laporan hingga pukul 18.00 WIB,berjalan lancar,aman dan situasi keamanan di seluruh Aceh terkendali. Masyarakat mendatangi TPS dan memilih,” kata dia.

Gustav mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan para kandidat yang telah bersama-sama menjadi situasi keamanan di daerah ini.“Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi semuanya yang telah menjaga pelaksanaan pilkada berjalan aman,”terangnya.

Boikot Pilkada

Ratusan penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) di Desa Baet, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar memboikot proses pilkada karena tidak mendapatkan kartu pemilih. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), hanya 18 dari 473 penghuni lapas yang mendapat undangan mencoblos. Napi yang tidak memperoleh kartu undangan akhirnya melakukan pemboikotan. Mereka melakukan aksi damai dengan menahan kotak suara dan logistik yang disiapkan petugas KPPS Desa Kajhu.

“Kertas suara itu disita para napi hingga pukul 14.00 WIB. Mereka takut kertas suara tersebut disalahgunakan,” jelas Anis, salah seorang saksi di lapas. Diduga kesalahan terjadi di KIP Aceh Besar.Pasalnya,data para tahanan yang memiliki hak suara telah diserahkan. “Nama mereka sudah diserahkan ke KIP Aceh Besar,” jelas petugas lapas yang tidak ingin disebut namanya.

Kasus serupa juga terjadi di Lapas Lhokseumawe. Ratusan napi mengamuk karena tidak memperoleh kartu suara. Karena kesal, mereka akhirnya merampas dua kotak suara dari petugas KPPS sambil berteriak ingin ikut pilkada. Mereka menaikkan tiga bendera Partai Aceh yang disangkutkan di atas pagar lapis kedua Lapas Lhokseumawe.

Sumber : Seputar-indonesia.com

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL