• 1.jpg
  • 2.jpg
  • 3.jpg
  • 4.jpg
  • 5.jpg
  • 6.JPG
  • 7.jpg
 
 
 
 
You are here:: Survei Info Pilkada
 
 

Info Pilkada

Pilgub Sulsel : Ilham Optimistis Meski Syahrul Menang Versi Quick Count LSI

Surel Cetak PDF

JAKARTA: Cagub Ilham Arief Sirajuddin masih optimistis memenangkan Pilkada Sulsel 2013-2018 meski berdasarkan hasil quick count versi Lingkaran Survei Indonesia, pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) unggul dengan suara sekitar 52%.

“Kami tetap menghargai hasil quick count, namun hasil akhir tetap menunggu KPU. Dari tim kami, hasilnya optimistis kita masih unggul,” ujar lham yang berpasangan dengan calon wakil gubernur Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, saat diwawancarai oleh TV One (22/1).

Pasangan nomor dua pada Pilkada Sulsel 2013-2019, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) memenangkan perhitungan suara (quick count) versi Lingkaran Survei Indonesia dengan meraih paling tidak 53%.

Menurut quick count Pilkada Sulsel versi LSI yang ditayangkan TV One pukul 13.55, sampai dengan perhitungan terhadap 90% lebih sampel suara, pasangan Sayang mengumpulkan sebanyak 52,99%.

Pasangan dengan nomor urut satu Ilham Arief Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) menempati urutan kedua quick count LSI dengan 41,39%. Kandidat nomor tiga di Pilkada Sulsel 2013-2018, Rudiyanto Asapa-Nawir Pasinringi (Garuda-Na), baru meraih 5,6%.

Dengan perhitungan itu, pasangan Sayang memenangi quick count versi LSI karena jumlah suara sudah tinggal 10% sementara selisih antara suara Sayang dan pasangan IA lebih dari 10%.

Quick count LSI merupakan perhitungan cepat yang bersifat sementara dan bukan merupakan hasil resmi dari penyelenggara Pilkada Sulsel 2013-2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel.

Berdasarkan data KPU, jumlah pemilih pada Pilkada Sulsel 2013-2018, tercatat sebanyak 6.279.350 jiwa dengan jumlah TPS sebanyak 15.601 yang tersebar di 24 kabupaten/kota.

sumber Kabar24.com

QUICK COUNT PILKADA SULSEL: Syahrul Raih 52,70%

Surel Cetak PDF

JAKARTA- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA sudah mengumumkan pemenang Pilkada Sulsel 2013 setelah data masuk mencapai 85% dengan menempatkan pasangan incumbent Syahrul Yasin Limpo-Arifin Nu’mang (Sayang/No.2) sebagai peraih suara terbanyak, 52,70%.

Dua rivalnya, Ilham Arif Sirajuddin-Aziz Qahhar (IA/No.1) meraup 41,54% dan Rudiyanto Asapa-Andi Nawir (Garuda-Na/No.3) meraih 5,76%.

 

Tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi  Selatan hari ini (22/1) memperebutkan 6.283.811 suara pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk masa bakti 2013-2018.

 

Ketiga pasangan yang bertarung ketat itu yakni Ilham Arief Siradjuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) dengan nomor urut 1. Pasangan ini mengusung visi 2018 yakni “Bersama menjadikan Sulsel sebagai rumah kita semua yang maju, sejahtera, adil dan bermartabat dengan berpijak pada nilai-nilai religius keagamaan”.

 

Pasangan urut nomor urut 2 yakni pasangan incumbent Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) mengusung Visi 2013-2018 “Sulsel sebagai Pilar Utama Pembangunan Nasional dan Simpul Jejaring Akselerasi Kesejahteraan”.

 

Pasangan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na) dengan nomor urut 3 mengusung visi 2013-2018 “Sulawesi Terdepan, Mandiri dan Mapan”.

sumber www.bisnis.com

MSCI - PROXIMITY : Quick Count Pilkada Pamekasan Syafii Menang 53.76 %

Surel Cetak PDF

beritapemilu surabaya. Pilkada Pamekasan sukses dilaksanakan dan berjalan lancar, Helmi Panggabean mengatakan selaku Direktur MSCI (Media Survei Center Indonesia) Quick Count Pilkada Pamekasan di menangkan pasangan Achmad Syafii-Kholil Asy'ari (Asri)  dengan perolehan 53.76 % unggul, berikutnya adalah pasangan KH Kholilurrahman-Masduki (Kompak) yakni 44.71 % dan pasangan  Al Anwari-Kholil (Ahok)  mendapatkan 1.53 %. Pilkada Pamekasan dimenangkan pasangan Achmad Syafii-Kholil Asy'ari (Asri)   dengan selisih 8 %,

Whima Edy Nugroho mengatakan Quick Count  mengambil sampling 150 sampling dengan margin error 1 % dengan metode Multi Stage Randem Sampling.  Kata beliau sekalu Direktur Proximity

Dari 13 Kecamatan pasangan no 2 KH Kholilurrahman-Masduki (Kompak)  memenangkan 3 kecamatan yakni Kecamatan Kadur, batu marmar, sedangkan Pasangan no 3 Achmad Syafii-Kholil Asy'ari (Asri)  memenangkan 10 kecamatan yakni kecamatan Tlanakan, Proppo, padamawu, galis, pamekasan, pegantenan, palengga’an, pakong, larangan waru

Tingkat partisipasi pemilih cukup tinggi yakni 71 %.

Berikut rincian hasil Quick Count Pilkada pamekasan

1.      Al Anwari-Kholil (Ahok) 1.53 %

2.      KH Kholilurrahman-Masduki (Kompak) 44.71 %

3.      Achmad Syafii-Kholil Asy'ari (Asri) 53.76 %

MSCI dan Proximity Akan Mendakan Quick Count Pilkada Pamekasan

Surel Cetak PDF

Berita Pemilu. Surabaya. Pilkada kabupaten Pamekasan akan dilaksanakan tgl 9 - 01 - 2013. Pilkada Pamekasan akan di ikuti 3 pasangan calon bupati, berbagai persiapan untuk sukseskan  Pilkada sudah mulai dilakukan mulai pendistribusian Surat suara di setiap kecamatan, kelurahan hingga TPS, Persiapan Pembangunan Tempat TPS, pengamanan yg dilakukan kepolisian dan lain lain.

Salah satu Tim Pemenangan kandidat wallikota mengharapkan agar Pilkada  berjalan dengan aman damai dan jujur sehingga  melahirkan pemimpin yang diharapkan masyarakat. Jauhi tindakan Anarkis, money politik dan tindakan melawan hukum katanya.

MSCI ( Media Survei Center Indonesia) dan Proximity yang berkantor Di Surabaya turut serta mengawal Pemilihan Bupati dan wakil bupati pamekasan dengan Program Quick Count Perhitungan Cepat suara hasil pilkada, diharapkan Pilkada  berjalan dengan aman dan lancar sehingga jauh dari kecurangan ujar Helmi Panggabean selaku Direktur MSCI, dengan quick count perhitungan cepat di ketahui sejak dini dan awal sehingga kecurangan bisa di antisipasi.

Pilkada Kabupaten Pamekasan di ikuti 3 pasangan calon :

1. Al Anwari-Kholil (Ahok)

2. KH Kholilurrahman-Masduki (Kompak)

3. Achmad Syafii-Kholil Asy'ari (Asri)

Direktur Proximity Whima Edy Nugroho mengatakan kami akan mengadakan Quick Count bekerja sama Dengan IT Support Pilkada MSCI (Media Survei Center Indonesia). Quick Count mengambil sampling 150 sampling dengan margin error 1 % dengan metode Multi Stage Randem Sampling. Helmi Panggabean selaku Direktur MSCI mengatakan, Hasil Quick Count akan di rilis paling lambat antara jam 3-4 sore (brt peml hlm)

Kemendagri: 2013, Tahun Politik, Ada 125 Pilkada

Surel Cetak PDF

SEMARANG – Tahun 2013 merupakan tahun politik, sebab akan berlangsung sebanyak 125 pemilihan kepala daerah (pilkada), terdiri 14 pemilihan gubernur (pilgub) dan 111 pemilihan bupati/walikota.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Diah Anggraeni, mengatakan hampir separuh dari total 33 provinsi di Indonesia pada 2013 menggelar pilgub.

”Pada tahun ini ada 14 provinsi menggelar pilgub, serta 111 pemilihan bupati/walikota. Jadi 2013 merupakan tahun politik,” katanya kepada wartawan di Semarang, Minggu (6/1/2013) malam.

Selain Jateng, beberapa provinsi juga menggelar Pilgub, yakni Sulawesi Selatan, Papua, Jawab Barat, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Maluku, Jawa Timur,  Maluku, Maluku Utara, Riau, dan Kalimantan Timur. Untuk pemilihan bupati/walikota tersebar di 85 kabupaten dan 26 kota.

”Dari 14 pilgub hampir sebagai besar incumbent atau patahana gubernur setempat maju lagi sebagai calon gubernur (cagub),” ungkapnya.

Patahana yang mendaftar cagub lagi antara lain, Gubernur Jawa Timur, Sukarwo, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo.

Terkait dengan pelaksanaan kepala daerah (pilkada) ini, Diah menegaskan gubernur, bupati dan walikota supaya mentaati Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 800/5535/SJ tertanggal 27 Desember 2012.

SE Mendagri itu mengatur tentang larangan kepala daerah melakukan mutasi atau rotasi jabatan struktural dalam waktu enam bulan sebelum pelaksanaan pilkada, kecuali untuk mengisi jabatan yang kosong dan meninggal dunia.
Kalau sampai dilanggar, dia menyatakan mutasi pejabat struktural yang dilakukan kepala daerah setempat bisa dibatalkan.

”SE Mendagri ini harus ditaati oleh semua gubernur dan bupati/walikota,” tandasnya.

Lebih lanjut, Diah menyatakan tujuan terbitnya SE Mendagri Nomor 800/5535/SJ untuk menegakkan netralitas dan profesionalitas pegawai negeri sipil (PNS) dari kepentingan politik.

Sebab, sudah banyak terjadi di daerah ada upaya memecah belah PNS dengan melakukan mutasi pejabat struktural menjelang pilkada oleh kepala daerah.

Dengan adanya SE Mendagri ini untuk menjaga iklim kondunsif birokrasi menjelang pilkada supaya tak terpecah-pecah.

Sumber : Solopos.com

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL